Senin, 05 Maret 2012

22. Terdengar suara dari langit
"Dan tiba-tiba ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaugi mereka dan dari dalam awan itu tersengar suara yang berkata : "Inilah Anak Yang Kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Matius 17:5)
Suara yang berkata : "Inilah Anak yang Kukasihi,…" itu adalah suara Tuhan dari langit yang didengar langsung oleh Petrus dan Yesus. Peristiwa ini terjadi di atas gung yang tinggi dimana saat itu Yesus berubah wajahnya, sehingga dalam penglihatan Petrus, Yesus sedang berbicara dengan Musa dan Elia. Maka pad saat itulah terdengar suara Tuhan dari langit yang mengatakn seperti itu.
  • 1. Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • 2. Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • 3. Setiap yang dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • 4. Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
23. Yesus mati, dibangkitkan Tuhan
"Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka : "Jangan kamu ceriterakan peglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." (Matius 17:9)
Yesus berpesan jangan menceeriterakan kepada seorangpun penglihatan mereka, sebelum dia dibangkitakn dari antara orang mati. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan itu mati dan dibangkitkan kembali. Itu merupakan salah satu pengakuan Yesus yang begitu jujur dan polos, bahwa dia adalah seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tapi anehnya umat Kristiani malah tidak percaya ucapan Yesus tersebut, malah mereka jadikan Yesus itu Tuhan.
  • Setiap yang merasakan mati, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus merasakan mati, berarti Yesus bukan Tuhan!
  • Setiap yang dibangkitkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus dibangkitkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
24. Hanya Allah yang berhak, Yesus tidak berhak
"Yesus berkata kepada mereka : "Cawan-Ku memang akan kau minum, tetapi hal duduk di sebelah kananku atau di sebelah kiriku, aku tidak berhak memeberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapaku telah menyediakannya." (Matius 20:23)
Konteks ayat tersebut yaitu ketika kedua muridnya yaitu Yakobos dan Yohanes meminta kepad Yesus agar mereka berdua bisa duduk di sebelah kanan atau di sebelah kirinya Yesus. Tetapi Yesus mengaku dengan jujur dan polos, bahwa dia tidak punya hak untuk mengabulkan permintaan mereka berdua, karena kata Yesus hal iu hanyalah haknya Bapanya (Allah), bukan haknya dia. Pengakuan tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa dia itu bukan Tuhan. Dengan adanya pengakuan Yesus dengan jujur seperti itu, maka dia dapat simpulkan sebagai berikut :
  • Setiap yang mati mengorbankannya nyawanya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.
25. Nyawa Yesus sebagai tebusan
"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan unuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. "(Maitus 20:28)
Dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanyalah anak manusia, karena dia terlahir dari rahim ibunya. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin hanya untuk menebus dosa-dosa manusia, nyawa Tuhan sendiri yang dikorbankan. Timbul pertanyaan lain; bagaimana dengan nasib orang-orang yang lahir dan mati sebelum kedatangan Yesus sebagai penebus dosa manusia? Tuhan Maha Kuasa, tentu Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia tanpa harus mengorbankan "Anak-Nya" sendiri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin Tuhan mengorbankan nyawanya untuk manusia. Manusia-lah yang berkorban untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia.
  • Setiap yang mati mengorbankan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar