Senin, 05 Maret 2012

64. Yesus dipanggil “Anak” oleh kedua orang tuanya
“Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah merea, lalau kata ibunya kepadanya: “Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas mencari Engkau.” (Lukas 2:48).
Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan “nak”, berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.
  • Setiap yang punya orang tua, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus punya orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap orang yang dipanggil “anak”, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dipanggil “anak”, berarti Yesus bukan Tuhan.
65. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah
“Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan sema perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:51-52)
Ayat tersebut mengisahkan tentang perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus. Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya yang mengandung, melahirkan dan merawatnya.
  • Setiap yang diasuh oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus diasuh oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang tumbuh semakin besar, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tumbuh semakin besar, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang semakin dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tahun.
  • Yesus semakin dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
66. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun
“Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:23).
Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??
Tentu menjadi pertanyaan, sebelum berumur tiga puluh tahun, apa saja yang dia kerjakan? Di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus mulai berdakwah pada usia dua belas tahun dan selama 17 (tujuh belas) tahun hilang riwayat-Nya dalam Alkitab. Dan baru pada usia tiga puluh tahun muncul memulai pekerjaannya.
Lebih aneh lagi bagaiman penulis Alkitab menulis “menurut anggapan orang” ia adalah anak Yusuf, anak Eli …” Sangat tidak masuk akal jika ayat tersebut adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan memberikan wahyunya berdasarkan “menuru anggapan orang”.
  • Setiap yang memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang hanya “menurut anggapan orang”, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dikatakan “menurut anggapan orang” berarti Yesus bukan Tuhan.
67. Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai iblis
“Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ ia tinggal empat puluh hari empat lamanya dan dicobai iblis. Selama disitu ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu ia lapar.
Dikisahkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama dicoba, Yesus berpuasa empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, setelah itu barulah Yesus merasa lapar. Jika Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itupun Tuhan juga, berarti Tuhan dibawa oleh Tuhan. Yang lebih aneh lagi, yaitu Tuhan kok dicobai Iblis. Mestinya Tuhan mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mustahil merasakan lapar.
  • Setiap yang dibawa Roh Kudus, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibawa oleh Roh Kudus, berarti Yesus bukan Tuhan
  • Setiap yang dicoba oleh Iblis, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dicobai oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang merasakan lapar, pasti bukan Tuhan
  • Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar