Senin, 05 Maret 2012

42. Yesus berdoa dan mengucap berkat
"Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka." (Markus 6:41).
Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
  • Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
43. Ramalan Yesus yang meleset
"Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." (Markus 9:1).
Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.
  • Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.
44. Yohanes menyebut Yesus "Guru"
"Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita." (Markus 9:38).
Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan "Guru". Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan "Tuhan". Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan" karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang "Guru".
  • Setiap yang dipanggil "guru" pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dipanggil "guru" oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.
45. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik
"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus : "Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).
Yesus dipanggil "guru" oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa "tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja". Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa "tak seorangpun yang baik selain daripada Aku."
  • Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.
46. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah
"Yesus memandang mereka dan berkata : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Matius 10:27).
Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata "segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?
  • Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar